Pemadaman Listrik Bergilir Landa Takalar dalam 5 Sesi, Pelaku Usaha dan Warga Terdampak hingga Tengah Malam

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 06 September 2026 | 12:52:01 WIB

WARTAMAKASSAR.COM — Warga dan pelaku usaha di Kabupaten Takalar menghadapi pemadaman listrik bergilir dalam lima sesi terpisah mulai sore hingga tengah malam, Minggu, 6 September 2026. PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Takalar menerapkan kebijakan penghentian arus sementara ini guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih dalam tahap pemulihan. Penghentian aliran daya tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian rumah tangga serta operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sejumlah kecamatan.

PT PLN (Persero) ULP Takalar membagi jadwal pemadaman listrik bergilir tersebut ke dalam lima sesi berbeda sepanjang hari Minggu, 6 September 2026. Distribusi pasokan dihentikan tidak serentak di seluruh wilayah kabupaten, melainkan berpindah-pindah melalui jalur penyulang yang ditargetkan.

Dampak Pemadaman bagi Usaha Lokal dan Rumah Tangga

Durasi pemadaman listrik yang mencapai beberapa jam di tiap sesi memberi tekanan tersendiri bagi aktivitas warga setempat. Pelaku UMKM seperti pemilik warung kelontong, kios fotokopi, hingga pedagang kuliner malam harus mengantisipasi potensi kerugian akibat terhentinya lemari pendingin serta minimnya penerangan di jam sibuk perdagangan.

Warga yang beraktivitas di rumah tangga juga terpaksa menyesuaikan rutinitas harian, mulai dari pengisian tandon air bersih sebelum sore hingga penyiapan lampu darurat. Bagi kawasan pesisir dan sentra permukiman nelayan, pasokan daya yang padam saat petang turut menghambat proses pengawetan hasil tangkapan laut.

Sebaran Wilayah Penyulang P. Galesong pada Sesi Pertama

Sesi pertama penghentian arus dimulai tepat pukul 15.30 hingga 19.30 WITA melalui pasokan Penyulang P. Galesong. Jaringan ini menyuplai sejumlah kecamatan padat penduduk di kawasan pesisir barat Takalar.

Beberapa desa dan kelurahan yang masuk daftar padam di sesi sore hingga awal malam tersebut mencakup:

  • Kecamatan Galesong: Desa Cambagaya
  • Kecamatan Galesong Selatan: Desa Barangmamase, Bentang, Bontokassi, Bontomarannu, Kadatong, Kalukubodo, Mangindara, Sawakong, dan Tarowang
  • Kecamatan Mappakasunggu: Pa'batangan, Patani, Soreang, serta Kelurahan Takalar
  • Kecamatan Sanrobone: Banyuanyara, Lagaruda, Paddinging, Sanrobone, Tonasa, dan Ujung Baji

Jadwal Berlanjut hingga Pukul 24.00 WITA

Setelah penyulang sore rampung, rangkaian pemadaman bergeser ke zona lain hingga larut malam. Sesi kelima atau sesi terakhir dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.30 sampai 24.00 WITA dengan mengorbankan pasokan listrik di tiga jalur distribusi utama.

Tiga jalur penyulang yang terdampak pada sesi penutup tengah malam tersebut meliputi Penyulang P. Pallekko, Penyulang P. Malewang, dan Penyulang P. Lengkese. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjelang waktu istirahat malam terganggu akibat kegelapan dan pendingin ruangan yang tidak berfungsi.

Pihak PLN mengimbau seluruh masyarakat Takalar untuk mencermati pembagian jadwal operasional di wilayah masing-masing demi meminimalkan risiko kerusakan alat elektronik. Langkah penghematan konsumsi listrik mandiri juga diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan stabilitas interkoneksi kelistrikan di wilayah Sulbagsel.

Reporter: Redaksi
Back to top