MAKASSAR - Memilih oleh-oleh khas Makassar yang tahan lama merupakan langkah penting bagi wisatawan yang menempuh perjalanan pulang berjam-jam atau memerlukan penerbangan ke kota lain. Kategori makanan yang paling aman umumnya berasal dari kelompok makanan kering, produk kemasan, minuman konsentrat, atau makanan dengan kemasan khusus perjalanan. Ketepatan memilih tidak hanya soal rasa, tetapi juga mempertimbangkan tekstur, kadar air, kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan cara penyimpanan agar cerita rasa Sulawesi Selatan tetap utuh sampai di rumah.
Oleh-oleh untuk perjalanan jauh memiliki karakter berbeda dengan makanan yang langsung disantap di tempat. Makanan basah dengan kadar air tinggi cenderung lebih sensitif terhadap suhu, waktu, dan penyimpanan, sementara makanan kering lebih praktis dan tidak mudah berubah tekstur jika dikemas baik. Indonesia Travel mencatat beragam camilan khas Makassar dan Sulawesi Selatan, mulai dari bannang-bannang, baruasa, bagea, kopi Toraja, sirup DHT, keripik pisang ijo, hingga sirup markisa.
Bannang-bannang adalah kue tradisional Sulawesi Selatan yang dibuat dari adonan tepung berbentuk benang kusut, digoreng, lalu dilapisi gula. Karakternya yang renyah dan manis membuat kue ini lebih praktis dibawa dibandingkan makanan basah. Saat memilih, pastikan kemasan tertutup rapat, kue masih renyah, tidak lembap, hindari kemasan berembun, dan letakkan di bagasi yang tidak tertindih benda berat.
Indonesia Travel menjelaskan bahwa kue baruasa menggunakan tepung beras dan kelapa, menghasilkan tekstur renyah dengan perpaduan rasa gurih dan manis serta aroma kelapa yang khas. Kue ini cocok untuk keluarga, teman kantor, oleh-oleh dalam jumlah banyak, bekal camilan, atau hadiah kecil dengan harga terjangkau. Bentuknya yang kering memudahkan pembagian dalam beberapa paket.
Bagea merupakan kue tradisional Indonesia Timur berbahan tepung sagu dengan tekstur renyah dan cita rasa manis, kadang disertai aroma rempah atau kelapa. Camilan ini tidak memerlukan penyimpanan dingin dan cocok dinikmati bersama kopi atau teh. Tips membawanya: pilih kemasan kotak kuat, jangan di bawah barang berat, simpan kering, periksa tanggal produksi, dan sesuaikan ukuran kemasan dengan lama perjalanan.
Kopi Toraja tersedia dalam bentuk biji dan bubuk, dengan karakter kompleks dan tingkat keasaman relatif rendah. Keunggulannya tidak memerlukan pendingin dan kemasannya ringkas. Biji kopi cocok untuk penerima yang memiliki grinder, sementara kopi bubuk lebih praktis untuk langsung diseduh. Untuk hadiah, kemasan kecil beberapa varian lebih menarik daripada satu kemasan besar.
Sirup DHT memiliki karakter rasa pisang ambon yang manis dan aroma buah khas, dapat dicampur air dan es atau menjadi bahan hidangan pencuci mulut. Keunggulannya, satu botol dapat digunakan berkali-kali. Pastikan tutup botol tersegel, kemasan tidak retak, dan bungkus dengan pelindung tambahan. Sementara itu, Indonesia Travel menyebut sirup markisa banyak berasal dari dataran tinggi Malino, Kabupaten Gowa, dengan produk seperti Cap Bola Dunia, Aurora, Tiara, Buah Bola Dunia, dan Mammiri. Sirup markisa mudah ditemukan di pusat oleh-oleh pada hari terakhir perjalanan.
Keripik pisang ijo termasuk camilan kering dengan daya simpan lebih panjang dibandingkan makanan basah, serta tersedia dalam berbagai pilihan rasa dan kemasan. Agar tidak remuk, pilih kemasan berpelindung, gunakan tas belanja kokoh, hindari tumpukan benda berat, dan simpan dalam kardus jika jumlahnya banyak.
Deppa tori adalah kue tradisional Toraja berbentuk pipih, renyah, dengan rasa manis dari gula merah. Meski bukan eksklusif dari Kota Makassar, produk Sulawesi Selatan ini tetap menjadi pilihan buah tangan. Sebaliknya, dangke dari Enrekang (olahan susu mirip keju), otak-otak berbahan ikan, dan roti Maros yang lembut sebaiknya dibeli mendekati waktu keberangkatan karena lebih mudah berubah kualitas. Tanyakan kebutuhan pendinginan dan ikuti petunjuk penyimpanan dari penjual.
Belanja makanan kering lebih awal, makanan mudah rusak pada hari keberangkatan, pisahkan makanan beraroma kuat, simpan struk, dan minta kemasan tambahan untuk perjalanan jauh. Untuk makanan kering, gunakan kardus, bubble wrap, kantong tambahan, atau wadah plastik tertutup. Untuk botol sirup, lapisi tutup dan badan botol secara terpisah lalu masukkan ke kantong plastik. Periksa aturan maskapai terkait cairan di kabin.
Untuk perjalanan kurang dari 6 jam, pilihan relatif fleksibel: bannang-bannang, baruasa, bagea, kopi, keripik pisang, dan sirup. Perjalanan 6–12 jam utamakan makanan kering dan produk kemasan. Untuk lebih dari 12 jam, prioritaskan produk komersial dengan masa simpan jelas dan hindari makanan basah. Untuk orang tua, pilih kopi Toraja dan kue tradisional; untuk anak-anak, keripik dan camilan manis; untuk rekan kerja, kemasan kecil yang mudah dibagikan; untuk pencinta kuliner, kombinasi kopi, sirup markisa, dan kue tradisional.
Apa oleh-oleh paling aman untuk perjalanan jauh? Kue kering seperti bannang-bannang, baruasa, bagea, kopi, dan keripik lebih praktis, dengan masa simpan mengikuti label produk.
Apakah sirup markisa tahan lama? Sirup kemasan komersial umumnya praktis dibawa, tetapi tanggal kedaluwarsa dan petunjuk penyimpanan tetap menjadi acuan utama.
Apakah otak-otak cocok dibawa ke luar kota? Bisa jika produk disiapkan untuk perjalanan dengan kemasan dan pengelolaan suhu sesuai. Jangan menganggapnya setara dengan kue kering.
Di mana mencari oleh-oleh khas Makassar? Jalan Somba Opu merupakan kawasan belanja terkenal, selain toko-toko yang disebut dalam sumber pariwisata Indonesia.
Kapan waktu terbaik membeli oleh-oleh? Makanan kering dapat dibeli lebih awal, sedangkan makanan mudah rusak sebaiknya dibeli mendekati waktu keberangkatan.
Buah tangan yang baik bukan hanya membawa sesuatu dari sebuah kota, tetapi membawa rasa yang masih utuh ketika sampai di rumah. Dengan memilih produk dan kemasan secara cermat, oleh-oleh khas Makassar yang tahan lama dapat menjadi cerita lezat yang tidak cepat berakhir.