SULAWESI SELATAN — Pematangsiantar, MISTAR.ID (29/8/2026) — Samsung Galaxy S27 Ultra belum resmi diperkenalkan, tapi bocoran yang beredar sudah cukup untuk memetakan arah perubahan besar. Penerus Galaxy S26 Ultra ini disebut-sebut akan hadir dengan desain baru yang berani, konfigurasi kamera yang disederhanakan, serta sejumlah teknologi yang belum pernah ada di lini Galaxy S sebelumnya.
Hampir seluruh informasi yang beredar saat ini masih berasal dari bocoran render dan rumor industri. Artinya, spesifikasi final bisa berbeda saat Samsung resmi meluncurkannya pada awal 2027. Namun, arah perubahannya sudah cukup jelas: Samsung tampaknya ingin merombak tampilan dan pengalaman pengguna secara fundamental, bukan sekadar meningkatkan performa.
Perubahan paling mencolok ada di bagian belakang. Jika selama ini Galaxy S Ultra menggunakan susunan kamera vertikal terpisah, Galaxy S27 Ultra disebut akan mengadopsi modul kamera horizontal memanjang berbentuk kapsul. Bentuk ini memicu perbandingan langsung dengan iPhone 17 Pro, dan jika benar, ini akan jadi perubahan desain terbesar sejak lini Ultra diperkenalkan.
Selain modul kamera, rumor lain menyebutkan kehadiran Qi2 magnetic wireless charging. Fitur ini akan membuat pengisian daya nirkabel lebih praktis dengan aksesori magnetis—sesuatu yang selama ini menjadi keunggulan ekosistem Apple.
Satu bocoran yang lebih menarik lagi: Samsung dikabarkan tengah mengembangkan material layar yang mampu memulihkan goresan mikro secara bertahap. Teknologi ini disebut dikembangkan bersama Corning dan berpotensi menjadi generasi baru Gorilla Armor. Jika terealisasi, ini akan jadi jawaban atas masalah goresan halus yang sering muncul setelah pemakaian beberapa bulan. Namun, fitur ini masih sebatas wacana dan belum dikonfirmasi Samsung.
Sektor kamera tetap menjadi andalan utama. Bocoran menyebut Samsung akan mempertahankan kamera utama 200 MP, dengan peningkatan pada lensa ultrawide dan telefoto. Yang menarik, rumor terbaru justru mengindikasikan pengurangan jumlah modul kamera fisik di bagian belakang.
Strategi ini bukan berarti kemampuan fotonya menurun. Samsung kemungkinan mengandalkan sensor yang lebih besar, pemrosesan gambar berbasis AI, dan peningkatan kemampuan zoom untuk mengkompensasi pengurangan jumlah lensa. Hasilnya bisa jadi sistem kamera yang lebih sederhana secara fisik, tapi tetap menawarkan kemampuan kelas flagship—atau justru sebaliknya, menjadi langkah mundur jika eksekusinya gagal.
Performa akan ditenagai chipset Snapdragon generasi terbaru yang dirancang khusus untuk perangkat flagship. Jika rumor proses fabrikasi 2 nm benar, peningkatan efisiensi daya akan terasa signifikan—fondasi penting untuk fitur AI yang semakin terintegrasi.
Dari sisi baterai, Galaxy S27 Ultra berpotensi menggunakan teknologi silicon-carbon yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dalam ukuran relatif ringkas. Jika dipadukan dengan chipset lebih efisien, daya tahan untuk pemakaian sehari-hari berpotensi meningkat drastis. Sayangnya, belum ada angka kapasitas pasti yang bisa dipastikan saat ini.
S Pen diprediksi tetap menjadi ciri khas lini Ultra. Stylus ini menjadi pembeda utama Galaxy S Ultra dari kompetitor flagship lain, dan kecil kemungkinan Samsung menghapusnya di generasi ini.
Layar diperkirakan tetap menggunakan panel AMOLED beresolusi tinggi dengan refresh rate 120Hz, mengutamakan kualitas visual dan kecerahan tinggi untuk aktivitas seperti menonton video, bermain gim, hingga mengedit foto. Namun, ukuran dan resolusi pasti belum dikonfirmasi.
Satu hal yang perlu dicatat: seluruh informasi ini masih berstatus bocoran. Belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai desain final, spesifikasi, maupun harga. Untuk saat ini, Galaxy S27 Ultra masih menjadi spekulasi yang menarik untuk diikuti—terutama bagi mereka yang sedang menimbang apakah akan menunggu atau beralih ke kompetitor.