Mahasiswa KKN UIN Alauddin di Takalar Latih Perangkat Desa dan Guru Melek Digital, Dorong UMKM Go Online

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:32:01 WIB
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar memaparkan tiga program pengabdian di Desa Kadatong, Takalar, meliputi digitalisasi aparatur desa, UMKM, dan pendidikan Al-Qur'an anak.

TAKALAR — Desa Kadatong di pesisir Galesong Selatan kini menjadi lokasi pengabdian sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar. Dalam seminar program yang digelar Senin (24/8/2026), mereka memaparkan tiga inisiatif yang menyasar aparatur desa, pelaku usaha, hingga anak-anak.

Ketiga program tersebut adalah Workshop Digitalisasi, Digitalisasi UMKM, dan Rumah Tadabur Al-Qur'an Anak. Ketiganya dirancang untuk menjawab kebutuhan desa secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.

Workshop Digitalisasi untuk Perangkat Desa dan Guru

Sasaran pertama program ini adalah perangkat desa dan tenaga pendidik. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan platform digital seperti Google Workspace, Canva, dan media sosial untuk menunjang administrasi pemerintahan desa serta metode pembelajaran.

“Kami ingin perangkat desa dan para guru lebih melek teknologi, sehingga administrasi desa dan kegiatan belajar bisa berjalan lebih efektif di era digital,” ujar pemateri KKN, Sri Mardianti Asmah, dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Pelatihan ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada proses manual yang selama ini berjalan lambat.

UMKM Lokal Didorong Masuk Google Business Profile

Pada pilar ekonomi, mahasiswa KKN memfokuskan diri pada digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para pelaku usaha di Desa Kadatong didorong untuk memanfaatkan fitur Google Business Profile agar produk lokal lebih mudah ditemukan konsumen secara daring.

Selain pemasaran digital, program ini juga memberikan edukasi terkait pencatatan keuangan usaha secara terstruktur. Langkah ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Takalar.

Digitalisasi diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk khas Galesong Selatan yang selama ini hanya mengandalkan penjualan konvensional.

Rumah Tadabur Al-Qur'an untuk Anak-Anak

Sementara itu, pada pilar keagamaan, mahasiswa memperkenalkan Rumah Tadabur Al-Qur'an Anak. Program ini tidak sekadar mengajarkan baca-tulis Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan pemahaman nilai-nilai ayat suci secara interaktif.

“Kami ingin anak-anak di sini tidak hanya bisa membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas pemateri KKN, Ahmad Fadil Alfajri.

Pendekatan interaktif dipilih agar anak-anak lebih antusias mempelajari Al-Qur'an dibandingkan metode hafalan konvensional.

Komitmen Keberlanjutan Program

Seminar yang dihadiri perangkat desa, pelaku UMKM, tokoh agama, tenaga pendidik, dan warga setempat ini menjadi titik awal kolaborasi. Seluruh mahasiswa KKN Posko 5 Galesong Selatan berkomitmen mengawal pelaksanaan ketiga program tersebut hingga tuntas.

Keberhasilan program ini akan diukur dari peningkatan literasi digital aparatur desa, pertumbuhan pemasaran produk UMKM, serta penguatan karakter Islami generasi muda di Desa Kadatong.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: majesty.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top