Akademisi UNM Latih 10 Pemuda Pangkep Racik Cat Kendaraan dengan Smart Mini Oven, Kering 85 Persen Lebih Cepat

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:41:02 WIB
Tim akademisi UNM dan UNIFA menyerahkan smart mini oven kepada 10 pemuda di Tondong Tallasa, Pangkep, untuk mempercepat pengeringan cat kendaraan.

Tim akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM) menggandeng Universitas Fajar (UNIFA) untuk membekali 10 pemuda di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dengan teknologi smart mini oven untuk usaha pengecatan kendaraan. Alat pengering portabel ini mampu memangkas waktu pengeringan cat hingga 85 persen, dari semula 12-24 jam menjadi hanya 1-4 jam.

PANGKEP — Komunitas pemuda pencinta otomotif di Desa Tondong Tallasa kini punya senjata baru untuk merintis usaha bengkel mandiri. Tim pengabdi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Universitas Fajar (UNIFA) menyerahkan satu unit smart mini oven, alat pengering cat portabel yang dirancang khusus untuk bengkel skala pemula di pedesaan.

Ketua Tim Pengabdi UNM, Muh Bhilal Halim, menjelaskan keunggulan utama alat ini terletak pada sistem pengendalian suhu presisi. Termostat digital menjaga suhu tetap konstan di rentang 38 hingga 43 derajat celcius, sehingga hasil pengecatan lebih rapi dan mengkilap.

Hemat Listrik Rumah Tangga, Hasil Setara Standar Industri

Berbeda dengan metode konvensional yang memakan waktu 12-24 jam dan rentan kontaminasi debu, oven ini hanya membutuhkan daya listrik 260 Watt dari dua elemen pemanas 130 Watt. Konsumsi dayanya yang rendah membuat alat ini ramah untuk kapasitas listrik rumah tangga di perdesaan.

"Kami menghadirkan inovasi teknologi tepat guna ini yang dirancang khusus untuk kebutuhan bengkel skala pemula. Keunggulannya berupa sistem pengendalian suhu presisi yang dijaga konstan pada rentang 38 hingga 43 derajat celcius oleh termostat digital," ujar Bhilal di Pangkep, Minggu.

Ia menambahkan, penerapan inovasi ini merupakan upaya menciptakan peluang wirausaha mandiri dan menekan angka pengangguran pemuda melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk Autopain.

Bukan Sekadar Alat: Pelatihan dari Amplas Grit 220 hingga Marketing Digital

Fokus program ini tidak hanya menyerahkan alat. Tim pengabdi memberikan pelatihan teknis berbasis learning by doing kepada 10 pemuda anggota KNPI setempat. Materi mencakup pemahaman material cat, teknik pengamplasan bertingkat dari grit 220 hingga 2.000, teknik penyemprotan yang benar, hingga prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Para pemuda juga dibekali kemampuan manajemen bengkel, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok jasa, serta strategi pemasaran digital. Dengan begitu, usaha bengkel komunitas yang mereka rintis bisa berkelanjutan dan dikelola secara profesional.

Paket peralatan pendukung yang diserahkan meliputi kompresor listrik 1 HP, spray gun HVLP, dan Alat Pelindung Diri (APD) K3.

Modal Pemuda Desa Merintis Usaha Bengkel

Ketua KNPI Tondong Tallasa, Muhammad Hasim, mengapresiasi pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek serta pendampingan tim UNM dan UNIFA. Menurutnya, kehadiran alat ini menjadi modal berharga bagi pemuda untuk merintis usaha secara mandiri.

"Dengan keberadaan alat ini maka hasil pengecatan lebih rapi, mengkilap, dan cepat kering, serta menjadi modal pemuda merintis usaha bengkel mandiri," kata Hasim.

"Kami melihat potensi besar pada generasi muda di Tondong Tallasa, hadirnya alat ini kami optimistis para pemuda dapat menghasilkan karya pengecatan otomotif berstandar industri dan mampu mengelola bengkel usaha secara mandiri dan berkelanjutan," pungkas Bhilal.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top