MAKASSAR — Proses regenerasi kepemimpinan ulama di Sulawesi Selatan memasuki babak penentuan. Sebanyak 15 nama yang tergabung dalam Tim Formatur telah disahkan dan kini mengemban mandat untuk memilih Ketua Umum serta menyusun struktur Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI Sulsel periode 2026–2031.
Ketua Steering Committee (SC) MUSDA IX MUI Sulsel, Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid, S.H., M.H., memimpin langsung proses verifikasi akhir terhadap seluruh usulan nama. Pencermatan dilakukan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) MUI setelah seluruh peserta MUSDA diberikan waktu 30 menit untuk melakukan rembuk internal dan memilih perwakilan terbaik dari masing-masing unsur utusan.
Tim formatur yang terbentuk terdiri dari representasi beragam elemen keumatan. Berikut rincian lengkapnya:
Prof. Arfin Hamid menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan perwakilan berjalan tertib dan mencerminkan nilai ukhuwah Islamiyah. Ia berharap rapat formatur dapat melahirkan susunan kepemimpinan ulama yang amanah dan responsif terhadap tantangan zaman.
"Seluruh proses pemilihan perwakilan berjalan sangat tertib. Tim Formatur yang telah disahkan ini membawa mandat besar dari seluruh peserta MUSDA IX untuk bermusyawarah secara arif dan bijaksana. Kita berharap rapat formatur dapat melahirkan susunan kepemimpinan ulama yang amanah, responsif terhadap tantangan zaman, serta mampu membawa kemaslahatan bagi seluruh umat di Sulawesi Selatan untuk masa khidmat 2026–2031," ujar Prof. Arfin Hamid.
Tim formatur dijadwalkan segera menggelar sidang terbatas. Agenda utamanya adalah menentukan Ketua Umum terpilih sekaligus melengkapi struktur kepengurusan sebelum hasil resmi diumumkan dan disahkan dalam Sidang Pleno MUSDA IX MUI Sulsel.
Proses ini menjadi penentu arah kebijakan MUI Sulsel dalam lima tahun ke depan, termasuk dalam merespons isu-isu keumatan dan kebangsaan di daerah. Keputusan final akan menjadi acuan bagi program kerja dan peran strategis MUI dalam membina umat di Sulawesi Selatan.