SULAWESI SELATAN — Pembaruan perangkat lunak FSD Supervised V14 mulai menjangkau pengguna Tesla di Australia. Sistem ini bukanlah sistem otonom penuh—pengemudi tetap wajib memperhatikan jalan dan siap mengambil alih kendali kapan saja. Namun, peningkatan pada arsitektur AI dan proses pelatihan yang lebih luas membuat kendaraan lebih gesit dalam membaca situasi lalu lintas.
Tesla mengklaim V14 memiliki waktu respons sekitar 20 persen lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Hasilnya, kendaraan lebih siap menghadapi skenario yang sebelumnya dianggap sulit, seperti visibilitas rendah, lalu lintas padat, hingga situasi yang jarang ditemui dalam penggunaan sehari-hari.
Sistem juga mampu mendeteksi hambatan dengan lebih baik. Mulai dari kendaraan darurat, bus sekolah, pejalan kaki, pesepeda, hingga pengguna jalan yang melanggar hak prioritas. Tesla bahkan menyebut sistem bisa mengenali hewan berukuran kecil dan benda tidak biasa yang menjorok ke jalur kendaraan.
Salah satu keluhan pengguna pada versi sebelumnya adalah kendaraan yang terlalu sering berpindah jalur. Pada V14, Tesla mengurangi perilaku tersebut. Sistem kini lebih cerdas dalam menentukan kapan harus berpindah jalur dan kapan tetap berada di jalur yang sama.
Kemampuan manuver parkir juga ditingkatkan. Kendaraan dapat memilih lokasi parkir dengan lebih baik serta menjalankan proses parkir secara lebih efisien. Di area perkotaan, sistem mampu mengelola persimpangan kompleks dengan konfigurasi lampu lalu lintas yang rumit dan mengambil keputusan lebih cepat.
Untuk memastikan pengemudi tetap fokus, Tesla meningkatkan performa kamera pemantau pengemudi. Sistem pelacakan arah pandangan mata kini lebih akurat, termasuk untuk pengguna yang mengenakan kacamata. Performa kamera juga dioptimalkan agar tetap bekerja baik dalam berbagai kondisi pencahayaan, baik siang maupun malam hari.
Kondisi cuaca menjadi tantangan besar bagi sistem berbasis kamera. Karena itu, Tesla melakukan penyempurnaan agar FSD V14 tetap dapat beroperasi lebih baik saat hujan deras, kabut, maupun kondisi lain yang memengaruhi visibilitas. Peningkatan ini penting mengingat Australia memiliki karakteristik cuaca yang cukup beragam, dari wilayah perkotaan hingga area pedalaman.
Meski FSD Supervised V14 belum sepenuhnya otonom, pembaruan ini menjadi fondasi penting menuju Full Self-Driving tanpa pengawasan (unsupervised) yang saat ini tengah diuji di Amerika Serikat. Tesla terus menyempurnakan sistem bantuan mengemudi semi-otonom ini sebagai salah satu fitur unggulan kendaraan listriknya. Belum ada informasi resmi kapan pembaruan ini akan tersedia untuk pasar lain, termasuk Indonesia.