SULAWESI SELATAN — Karim Rossi mengaku menikmati masa baktinya bersama Dewa United pada 2022 dan sempat ingin bertahan lebih lama di Tangerang. Pemain berdarah Maroko-Swiss itu menilai suporter Indonesia dan Maroko punya kesamaan: sama-sama mencintai sepak bola dengan gairah besar.
Pengalaman bermain di Asia menjadi babak tersendiri bagi Karim Rossi. Setelah tampil apik di Eropa, ia memilih melanjutkan karier ke Indonesia dan bergabung dengan Dewa United pada 2022. Keputusan itu membawanya merasakan atmosfer sepak bola Tanah Air, termasuk bermain di Tangerang.
Rossi mengaku menikmati waktunya bersama Dewa United. Ia memuji orang-orang di klub dan rekan setimnya yang membuat masa adaptasinya berjalan lancar.
Bahkan, pemain berdarah Maroko dan Swiss ini sempat ingin bertahan lebih lama di Dewa United. Namun, ia akhirnya kembali melanjutkan karier di Eropa.
Rossi melihat kesamaan besar antara suporter Indonesia dan Maroko. Menurutnya, kedua masyarakat sama-sama mencintai sepak bola dengan penuh gairah.
Emosi besar juga terlibat ketika mereka mendukung tim nasional maupun klub kesayangan. Ia menilai kultur suporter di kedua negara punya karakter yang mirip.
Dalam obrolan bersama Hery Kurniawan di podcast Bola Break, Rossi juga membahas level sepak bola Asia. Ia menegaskan bermain di Indonesia dan Asia bukan berarti lebih mudah dibanding Eropa.
Rossi sempat masuk radar Timnas Swiss. Ia juga menyinggung soal pemain lokal di Liga Indonesia dalam perbincangan tersebut.
Cerita Rossi soal Dewa United, suporter Indonesia-Maroko, hingga pengalamannya di sepak bola Asia dibahas tuntas dalam podcast Bola Break di Bola.com. Obrolan lengkapnya bisa disimak lewat kanal tersebut.