SULAWESI SELATAN — Acha Septriasa dan mantan suami, Vicky Kharisma, baru-baru ini menghabiskan waktu bersama untuk merayakan ulang tahun sang putri, Bridgia, di Australia. Momen kebersamaan keduanya jadi sorotan karena tetap kompak meski sudah tidak lagi berstatus suami istri.
Kebersamaan ini menunjukkan bahwa hubungan orang tua dan anak tetap bisa berjalan hangat setelah perpisahan. Buat banyak ibu di luar sana, momen seperti ini jadi pengingat bahwa kerja sama pengasuhan tidak harus berhenti saat rumah tangga berubah bentuk.
Acha dan Vicky baru-baru ini menghabiskan waktu bersama untuk merayakan ultah sang putri di Australia. Bridgia menjadi anak semata wayang dari pernikahan keduanya.
Perayaan tersebut berlangsung di Australia, tempat Acha kini menetap dan menjalani kehidupan barunya. Meski jarak dan status sudah berbeda, keduanya tetap berusaha hadir untuk anak.
Anak yang melihat kedua orang tuanya tetap akur cenderung merasa lebih aman secara emosional. Mereka tidak perlu memilih sisi atau merasa bersalah atas perpisahan yang terjadi.
Kehadiran ayah dan ibu di momen penting seperti ulang tahun memberi pesan sederhana: anak tetap dicintai oleh keduanya. Ini fondasi penting untuk kesehatan mental anak jangka panjang.
Bagi ibu yang berpisah dari pasangan, menjaga komunikasi tetap sehat adalah kunci. Fokuskan pembicaraan pada kebutuhan anak, bukan pada konflik masa lalu.
Beberapa anak butuh waktu lebih lama beradaptasi dengan perpisahan orang tua. Kalau anak jadi murung, sulit tidur, atau menarik diri dalam waktu lama, jangan ragu konsultasi ke psikolog anak.
Dukungan profesional bukan tanda kelemahan. Justru langkah ini membantu anak melewati masa transisi dengan lebih baik.
Kisah Acha dan Vicky jadi contoh bahwa perpisahan bukan akhir dari peran sebagai orang tua. Yang terpenting adalah bagaimana keduanya tetap menempatkan anak sebagai prioritas bersama.