Rumah Baru Laompo di Baula Sidrap Ludes Terbakar dalam Hitungan Menit, Diduga Korsleting Listrik dari Kandang Itik

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:07:39 WIB
Kebakaran melanda rumah Laompo di Baula Sidrap, diduga akibat korsleting listrik di kandang itik.

SIDRAP — Mencekam. Itulah suasana yang menyelimuti warga Baula, Tellu Limpoe, Kamis malam lalu. Sebuah rumah milik Laompo dan Nurheda yang masih menyisakan aroma cat baru, dalam sekejap berubah menjadi puing dan abu.

Api pertama kali terlihat dari bagian bawah rumah, tepatnya di area penetas itik. Saksi mata, Udin, mengatakan kobaran membesar dalam hitungan menit. “Api mulai dari bawah rumah,” ujarnya.

Awal Mula: Titik Api di Bawah Rumah

Warga yang melihat kepulan asap langsung berhamburan. Ada yang berteriak, ada yang berusaha mengambil air seadanya. Namun upaya pemadaman manual tak membuahkan hasil. Material bangunan yang kering membuat api merambat ke seluruh struktur rumah dalam waktu singkat.

Dugaan sementara mengarah pada gangguan instalasi listrik. Titik awal api yang berada di kandang itik menjadi petunjuk utama bagi warga dan petugas. Hingga kini, pemeriksaan penyebab pasti masih dilakukan oleh pihak berwenang.

Dampak: Kerugian Material dan Harang yang Sirna

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan besar. Rumah yang baru ditempati beserta seluruh isi di dalamnya tidak ada yang bisa diselamatkan.

Bagi keluarga Laompo dan Nurheda, kehilangan ini bukan sekadar soal bangunan. Sebuah rumah yang baru rampung, yang menyimpan rencana dan cerita masa depan, harus berakhir menjadi abu dalam satu malam.

Pelajaran dari Baula: Bahaya Korsleting di Area Ternak

Peristiwa di Sidrap ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang memiliki instalasi listrik di area peternakan atau kandang. Api kecil yang luput dari perhatian bisa berubah menjadi bencana besar hanya dalam hitungan menit.

Warga setempat berharap kejadian serupa tak terulang. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, terutama di bangunan semi-permanen atau area lembap, menjadi langkah preventif yang murah namun kerap diabaikan. (*)

Reporter: Nurul Huda
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top