3 Delegasi IGS 2026 di Makassar Kenakan Baju Bodo dan Patonro', Ketua Dekranasda Perkenalkan Filosofi Busana Adat Bugis-Makassar

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 19:33:01 WIB
Tiga delegasi IGS 2026 mengenakan baju bodo dan patonro' saat kunjungan ke Istana Balla Lompoa, Makassar.

GOWA — Bukan sekadar berswafoto. Para pendamping delegasi IGS 2026 yang berkunjung ke Istana Balla Lompoa diajak memahami filosofi baju bodo sebagai identitas budaya Bugis-Makassar. Melinda Aksa, Ketua Dekranasda Kota Makassar, secara langsung mendampingi rombongan yang terdiri dari istri Duta Besar Uruguay Mr. Edgar Coray dan istri Duta Besar Venezuela Lemaire Baetriz, serta Sinta Ekawati Subolo dari Kementerian Luar Negeri.

Proses: Dari Tari Padduppa hingga Memakai Busana Adat

Rombongan disambut dengan Tari Padduppa, tarian tradisional yang menjadi simbol penghormatan bagi tamu kehormatan. Suasana langsung meriah ketika para tamu perempuan dipersilakan mengenakan baju bodo—busana khas dengan warna mencolok dan model berlengan pendek—sementara tamu laki-laki mengenakan patonro'.

“Melalui baju bodo dan patonro’, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para tamu selama berada di Makassar,” ujar Melinda.

Apa yang Dijelaskan Melinda Aksa kepada Delegasi Asing?

Di sela-sela sesi mengenakan busana, Melinda menjelaskan bahwa baju bodo bukan sekadar pakaian. Setiap warna dan detail jahitan mencerminkan status sosial, asal daerah, dan nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Para delegasi tampak antusias—mereka berfoto bersama sambil mengagumi keunikan model dan warna baju bodo.

Setelah sesi busana, rombongan diajak berkeliling Museum Balla Lompoa. Melinda mendampingi langsung, menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Gowa, termasuk koleksi Salokoa—mahkota kebesaran kerajaan yang masih terawat hingga kini.

Reaksi Delegasi: 'Sangat Mengesankan'

Suami Duta Besar Uruguay, Mr. Edgar Coray, mengaku terkesan. “Balla Lompoa ini tempat yang sangat menarik untuk melihat semua kekayaan ini, semua pakaian adat, dan semua tradisi ini. Sangat mengesankan. Sangat bagus,” ujarnya.

Lemaire Baetriz, istri Duta Besar Venezuela, juga menyampaikan apresiasi. “Terima kasih Makassar atas keramahannya, makanannya yang lezat, budayanya yang indah, dan pakaiannya yang indah. Terima kasih,” katanya.

Kue Tradisional dan Tarian: Pengalaman Budaya yang Utuh

Setelah mengenakan busana adat dan berkeliling museum, para delegasi disuguhi beragam kue tradisional khas Makassar. Hidangan tersebut dinikmati sambil menyaksikan pertunjukan tari-tarian tradisional Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian IGS 2026 yang bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan sejarah Sulawesi Selatan ke panggung internasional.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top